Category Archives: Technology

Rawat Ringan Motor Injeksi Biar Tetap Maksi

28Pada 2012 Honda telah meluncurkan berbagai produk sepeda motor lengkap dengan teknologi injeksi, untuk menambah efisiensi bahan bakar dan mengurangi emisi hasil pembakaran mesin. Bagi Anda yang sudah memiliki sepeda motor injeksi Honda, tidak ada salahnya bila kita ajak untuk mengenal cara perawatan ringan agar motor tercinta tetap nyaman dipakai sehari-hari.

Perlu kita ketahui sepeda motor injeksi merupakan sistem canggih yang dapat mendiagnosa kerusakan yang terdapat pada motor itu sendiri. Sistem ini dapat dipantau melalui panel speedometer pada lampu yang bergambar sistem injeksi (seperti mesin dan lampu berwarna oranye).

Gambaran kinerjanya bila lampu tersebut atau yang disebut dengan Malfunction Indicator Lamp (MIL) berkedip dengan jumlah kedipan tertentu, maka hal itu menunjukkan ada masalah dengan komponen tertentu. Misalnya 33 kedipan (3 kedipan panjang 3 kedipan pendek) menunjukkan adanya masalah di Elelctronic Control Module (ECM). Dengan adanya sistem ini maka perawatan pada motor injeksi akan jauh lebih mudah. Akan tetapi lebih baiknya tetap konsultasikan ke AHASS apabila terjadi kedipan (tidak satu kali) pada MIL motor injeksi Anda.

Untuk perawatan rutin, ada beberpa hal yang perlu diperhatikan. Pertama selalu amati tegangan aki motor Anda. Karena sistem injeksi bergantung pada sumber listrik, yakni aki. Tegangan aki yang sehat adalah 12 V – 13 V. Cara paling mudah mengetahui tegangan aki sudah lemah adalah dengan melihat ketika electric starter digunakan. Apabila sudah tidak seperti baru atau ada jeda yang cukup lama antara penekanan tombol starter dengan menyalanya mesin, maka silahkan bawa motor ke AHASS untuk dilaksanakan pengecekan aki.

Kedua yang perlu Anda perhatikan adalah elemen filter udara, karena dalam bekerjanya mesin ada proses di mana udara dicampur dengan bahan bakar. Dengan filter yang bagus maka akan didapatkan udara yang bersih dan akhirnya pembakaran yang dihasilkan lebih sempurna. Elemen filter udara ini harus selalu diganti setiap 16.000 km. Bagi Anda yang suka menservis ringan motor di rumah, harap diperhatikan untuk tidak membersihkan elemen filter dengan media apapun, baik itu kompresor maupun lap. Karena elemen filter terbuat dari viscous element yang mengandung oli.

Berikutnya adalah busi, pastikan busi selalu dalam kondisi prima dengan melakukan pengecekan setiap kali servis di AHASS. Di sini perlu diperhatikan saat melepas busi, jangan sekali-kali melakukan starter terhadap motor, hal ini berkaitan dengan keselamatan, karena sistem injeksi merupakan sistem semprotan bahan bakar tekanan tinggi yang berbahaya bila lepas ke udara bebas. Semprotan tersebut akan sangat berbahaya bila bertemu dengan percikan api.

Jitu Merawat Honda Shock Absorber

27Agar kinerja Shock Absorbers dapat berguna sesuai fungsinya pada motor kesayangan kita, yakni untuk meredam hentakan yang disebabkan oleh energi kinetik. Maka perlu kita pahami beberapa cara perawatan Honda Shock Absorber.

Cara Perawatan Honda Shock Absorber, antara lain :

1. Bersihkan bagian seal dan permukaan rod / pipa dari debu dan kotoran.

2. Segera bersihkan apabila terkena air.

3. Periksa dang anti apabila seal sudah retak atau robek.

27-b

Fungsi collar untuk membuat shock absorber bebas bergerak mengikuti sudut dari pergerakan swing arm.
Penambahan aksesoris seperti di atas akan membuat fungsi collar tidak bekerja maksimal, dapat menyebabkan kerusakan seperti shock absorber patah, bocor dan lain-lain.

Mengenal Shock Absorber Asli Honda

26Shock Absorbers adalah sebuah alat mekanik yang didesain untuk meredam hentakan yang disebabkan oleh energi kinetik pada sebuah kendaraan. Sementara Fungsi Shock Absorber sendiri antara lain :

1.    Sebagai Peredam Kejut
Meredam kejutan atau getaran akibat kondisi jalan yang tidak rata untuk memberikan kenyamanan bagi pengendara.

2.    Menjaga Kestabilan

Menjaga agar roda selalu kontak dengan jalan, sehingga membuat sepeda motor dapat dikendalikan dengan stabil.

26-b

26-c


Keunggulan Honda Shock Absorber :

1.     Didesain sesuai dengan spesifikasi sepeda motor Honda.

2.     Lebih nyaman
Peredam kejut Honda menggunakan oli khusus yang mengandung anti-foam dan anti-bubble yang membuat performance damper ebih stabil dan mengurangi gesekan yang terjadi, sehingga didapat kenyamanan sesuai dengan karakteristik sepeda motor Honda.

3.     Lebih Awet
–    Dengan lapisan hard chrome dan nickel pada fork pipe pada shock absorber depan (front fork) dan rod comp pada shock absorber belakang (rear cushion) akan lebih tahan terhadap gesekan dan karat.

–     Menggunakan seal dengan bahan karet berkualitas tinggi yang lebih tahan minyak, suhu tinggi dan kebocoran.

–     Menggunakan cover protector untuk melindungi rod comp dari debu dan kotoran.

Masa Pakai Honda Shock Absorber : Pada pemakaian normal dan perawatan teratur, usia pakai shock absorber depan (front fork) adalah 3 tahun dan shock absorber belakang (rear cushion) adalah 2 tahun.

Motor Terawat Udara Pun Sehat

25Kendati sepeda motor merupakan kendaraan yang mendominasi di jalan raya, lantas bukan berarti inilah sumber polusi terbesar bagi udara. Karena masih ada penyebab polusi paling besar adalah dari mesin diesel dan industri.

Akan tetapi bukannya kita tidak perlu memperhatikan polusi atau emisi yang dihasilkan sepeda motor kita. Karena tahap perawatan yang kurang baik malah menghasilkan polusi lebih buruk lagi. Sebab itu, sepeda motor Honda telah dilengkapi dengan fitur-fitur yang ramah lingkungan. Antara lain :

Crankcase Emission Control System (CECS), berfungsi mengatur emisi dari dalam mesin sehingga tidak keluar ke udara bebas.
Secondary Air Supply System (SASS), berfungsi menyemburkan udara segar ke dalam saluran gas buang (knalpot), sehingga kepekatan emisi gas buang akan berkurang.

Selain keduanya, ada lagi yakni catalytic converter yang mereaksikan gas buang dengan logam, sehingga molekul-molekul yang tidak bersahabat dengan lingkungan akan berubah menjadi molekul ramah lingkungan. Disusul yang terbaru adalah Teknologi Injeksi (PGM-FI), untuk menghasilkan pembakaran dalam mesin yang sempurna, sehingga gas buang lebih bersih dan tidak mempunyai sisa-sisa pembakaran.

Perawatan
Kinerja fitur-fitur motor Honda yang ramah lingkungan itu, juga harus ditunjang dengan perawatan yang baik pula. Adapun yang perlu diperhatikan seperti filter udara yang harus diganti secara berkala, namun khusus untuk model viscous element filter tidak boleh dibersihkan dengan cara disemprot, yakni cukup dilap dengan kain bersih.

Kemudian beralih ke pembersihan filter bahan bakar, yang untuk menyaring kotoran dari bahan bakar maupun dari tangki. Bila selang bening buntu yang terletak di bawah box filter kotor, maka buka selangnya dan buang kotoran yang terdapat di sana. Lalu untuk busi, kerenggangan busi harus selalu dijaga sesuai standar, di mana berpengaruh pada kesempurnaan pembakaran untuk menghasilkan emisi yang rendah.

Sedangkan untuk fitur-fitur seperti CECS dan SASS yang perlu diperhatikan adalah kebersihan dari saluran-salurannya. Untuk pembersihannya dapat dilihat dari selang bening buntu yang terletak di bawah box filter. Ketika Kotoran di sana sudah menumpuk maka buka selangnya dan buang kotoran yang terdapat di sana.

Bila semua sepeda motor terawat dengan baik dan mempunyai emisi yang rendah, maka semakin nyaman udara yang kita hirup di jalan. Mari kita mulai hal tersebut dari sepeda motor Honda kita.

Teknologi Injeksi Honda PGM-FI Paling Maju

24PGM-FI merupakan teknologi yang terus dikembangkan oleh Honda Motor Corp Jepang. Sejak diperkenalkan dan digunakan pada sepeda motor CC kecil dan Skuter pada 2003, PGM-FI terus disempurnakan dan dikembangkan oleh Honda Motor Corp. Jepang.

Pada akhir 2011 Honda meluncurkan Supra X-125 Helm In dan Spacy Hem In yang menggunakan teknologi PGM generasi ke-4. Pada generasi ke-4 ini, sistem injeksi bahan bakar terdiri dari komponen atau sensor :

Trottle Position Sensor : memberikan informasi bukaan gas tangan serta perilaku pengendara dalam menjalankan sepeda motor Honda dan mengirimkan informasi ke ECM. Cara buka yang berbeda, misalnya cara buka yang dirunut atau digas secara konstan akan direspon berbeda, sehingga ECM akan memerintahkan waktu dan jumlah penyemprotan bahan bakar serta timing pengapian yang berbeda. maka engine memberikan tenaga sesuai kondisi atau gaya berkendara.

Pompa Bahan Bakar :
 memompa bahan bakar dan memberikan tekanan sebesar 294 KPa. Dengan tekanan yang besar, maka penyemprotan dan pencampuran bahan bakar-udara terjadi dengan sempurna dan merata. Pompa bahan bakar dilengkapi dengan filter sehingga bensin sangat bersih dari kotoran.

ECM (Engine Control Module) :
 Merupakan mikro computer yang menjadi otak dari sistem injeksi. ECM menerima sinyal-sinyal dari sensor tentang kondisi engine dan memerintahkan injector dan pompa bahan bakar kapan harus bekerja, serta memerintahkan busi kapan harus memercikan api sehingga di dapat pembakaran yang sempurna, sehinga menghasilkan tenaga yang besar, ramah lingkungan serta hemat bahan bakar. di sisi lain ECM dilengkapi dengan Self Diagnostic Funtion, ECM akan memeriksa fungsi dari sensor-sensor dan memberikan peringatan ke pengendara bila terjadi malfungsi dari salah satu atau lebih sensor.

EOT (Engine Oil Temperatur) : memberikan informasi kondisi panas engine ke ECM, ECM akan memerintahkan penyemprotan bahan bakar sesuai kondisi temperature engine.

O2 Sensor :
 Sistem PGM-FI generasi ke-4 ini merupakan system close loop. O2 sensor memonitor kondisi gas buang hasil pembakaran dan menginformasikannya ke ECM. ECM akan menyesuaikan (menambahkan jumlah bahan bakar atau bahkan mengurangi jumlah bahan bakar yang disemprotkan) pada proses berikutnya berdasarkan masukan kondisi pembakaran dari O2 Sensor.

Idle Air Screw atau Solenoid Valve : merupakan perangkat yang bekerja pada saat engine dingin dengan jalan memberikan aliran udara ekstra sehingga engine mudah dihidupkan dan putaran stationernya terjaga pada putaran yang ditentukan 1400+100 pada cub/sport dan 1700 + 100 pada tipe matic.

Injector : berfungsi menyemprotkan bakan bakar menjadi kabut dan mencampurkan pada udara yang mengalir di pada intake manifold, sehingga bercampur dengan sempurna. Injector bekerja secara elektronik berdasarkan perintah ECM, dengan sebuah screener pada inlet injector.

CKP Sensor atau Crankshaft Position Sensor :
 memberikan informasi tentang posisi crankshaft atau piston (diantaranya adalah posisi langkah isap atau langkah buang). Serta kecepatan putar dari crankshaft/rpm engine. Sehingga ECM dapat menentukan berapa banyak bahan bakar dalam proses pembakaran.

Dengan berbagai sensor tersebut, teknologi PGM-FI mempunyai keunggulan :

1.  Ramah Lingkungan
Jumlah bahan bakar yang disemprotkan disesuaikan dengan jumlah udara yang mengalir berdasarkan sensor TP sensor, EOT sensor serta O2 sensor. Penyemprotan bahan bakar dengan tekanan tinggi, dari pompa bahan bakar membuat percampuran yang merata dan menghasilkan pebakaran terjadi secara sempurna.
Di samping itu gas buang hasil pembakaran disempurnakan dengan adanya katalitic converter pada knalpot, sehingga gas buang yang dilepas ke lingkungan adalah gas hasil pembakaran yang sempurna, yang mempunyai emisi 90 % lebih rendah dibandingkan emisi gas buang dengan mesin karburator

2.  Hemat Bahan Bakar

3.  Akselerasi lebih responsif dan tenaga besar
Jumlah bahan bakar yang disemprotkan oleh injector dihitung secara akurat oleh ECM berdasarkan sensor-sensor tersebut, penyemprotan dengan tekanan tinggi membuat bahan bakar terkabutkan dalam skala ion dan bercampur secara sempurna dan merata dengan udara. Waktu pengapian yang tepat menjadikan pembakaran yang sempurna sehingga dihasilkan engine yang hemat bahan bakar, namun memiliki akselerasi yang responsive dan tenaga yang besar.

4.  Mudah dihidupkan pada berbagai kondisi lingkungan.

Sistem PGM-FI dilengkapi dengan Idle Air Screw (serta Solenoid Valve pada tipe Matic atau Spacy), serta adanya EOT yang memonitor kondisi temperatur engine sehingga ECM akan memerintahkan banyaknya bahan bakar yang disemprotkan. Tekanan bahan bakar yang tinggi pada penginjeksian (294 KPa), serta timing penyemprotan bahan bakar yang tepat menjadikan engine mudah dihidupkan pada berbagai kondisi cuaca alam.

5.  Mudah dalam perawatan.

Secara sistem, PGM-FI tidak memerlukan perawatan berkala secara khusus. Adanya MIL akan memberikan informasi bila ada salah satu sensor atau bahkan ECM yang tidak berfungsi. Dengan adanya MIL konsumen atau pengendara awampun akan tahu bagian mana dari sistem injeksi yang tidak berfungsi secara baik. Satu-satunya perawatan yang diperlukan adalah penggantian filter pompa bahan setiap 48000 km atau sekitar 4 tahun sekali. Di sisi lain Sistem PGM-FI dilengkapi dengan DLC Conector yang mana mekanik atau AHASS dapat memeriksa kondisi sistem injeksi PGM-FI dengan menggunakan HDS (Honda Diagnostic System).

Sistem pompa bahan bakar bekerja berdasarkan perintah ECM, pada saat konsumen kehabisan bahan bakar konsumen tidak perlu takut jika sistem rusak atau susah untuk dihidupkan. Pompa bahan bakar akan bekerja selama 2 detik setelah kontak on, sehingga tidak merusak pompa bahan bakar. Konsumen dapat langsung mengisi dan sistem PGM-FI akan bekerja normal sehingga engine dapat dihidupkan secara mudah.

Cinta Teknologi Injeksi Honda Cinta Indonesia

23The Advance Technology Bike, sepeda motor dengan teknologi terdepan. Maka Honda yang pertama kali meluncurkan sepeda motor injeksi di Indonesia. Di mana kompetitor saat itu belum memikirkan teknologi ini.

Sejarah telah diukir oleh Honda di Indonesia saat itu telah meluncurkan motor kelas atas dengan menerapkan teknologi terdepan PGM-FI atau Programed Fuel Injection, yaitu Supra x 125 PGM-FI Bebek Injection Baru.

Di Indonesia Honda selalu memperhatikan lingkungan hidup dan kelangkaan sumber daya alam, yakni dengan menerapkan teknologi terdepan PGM-FI untuk kebutuhan sehari-hari. PGM-FI sendiri adalah sistem suplai bahan bakar dengan menggunakan teknologi kontrol secara elektronik yang mampu memasok bahan bakar, serta udara secara optimum yang dibutuhkan mesin pada setiap keadaan.

Keuntungan menggunakan PGM-FI adalah :

– Mengurangi emisi gas buang
– Lebih hemat bahan bakar
– Tarikan lebih responsif
– Mesin mudah dihidupkan pada kondisi apapun
– Kondisi idle yang stabil
– Memudahkan perawatan mesin

Dan pada tahun 2005 saat itu Supra X 125 PGM-FI adalah Honda bebek Injection baru pertama dan satu-satunya di Indonesia.

Sejarah Motor Injection Honda di Indonesia
Jika melihat perkembangan teknologi injeksi sepeda motor di dunia, ternyata Honda juga paling maju yang telah mengembangkan teknologi FI selama lebih dari 30 tahun.

Di tahun 1982 Honda pertama kali memperkenalkan model CX500TURBO yang merupakan sepeda motor pertama di dunia yang menggunakan teknologi FI. Model CX500Turbo merupakan sepeda motor yang memiliki akselerasi yang lebih baik dari model CB900F, dan efisiensi bahan bakar yang lebih baik dari model CX500-merupakan platform dari CX500TURBO.

Pada tahun 1993 Honda melengkapi motor NSR 500 dengan teknologi PGM-FI untuk mengikuti kelas balapan bergengsi di kategori GP500. Tahun 2002, RC211V menghasilkan tenaga yang luar biasa yang dikontrol oleh teknologi PGM-FI, dan juga menunjukkan performa yang luar biasa sebagai motor balap. Dengan hal ini Honda selalu mencari hal-hal baru terutama dalam inovasi seperti FI.

23-b