Lumpur Bikin Strategi Tim HRC di MX2 Berantakan

58bc2ad7c85cf6.09596473

Hari yang berat bagi seluruh anggota tim Honda Racing Corporation saat berlangsungnya ajang MXGP di Pangkal Pinang, akhir minggu (4-5/3) lalu. Hujan yang sempat turun membuat kondisi trek luluh lantah. Tidak sedikit crosser yang harus jatuh bangun dan terjerembab lantaran terjebak dalam kubangan lumpur. Hal ini membuat strategi yang telah ditetapkan oleh setiap tim menjadi berantakan, termasuk tim HRC di kelas MX2.

Mengandalkan Michele Cervellin dan Chihiro Notuska, Honda CRF250RW melakoni babak kualifikasi dengan cukup menjanjikan. Keduanya cukup optimis bisa berbicara banyak di Race 1. Sayangnya saat masuk tikungan ketiga, posisi Cervellin molor menjadi paling buncit. Hujan yang sempat turun membuat trek menjadi lengket saat masuk kubangan dan licin sewaktu di tikungan. Bahkan crosser kelahiran 5 Juli 1996 ini terpaksa didiskualifikasi akibat pacuannya tergelincir dan memotong trek di Race 1.

Dewi Fortuna hari itu juga tidak berpihak kepada crosser Negeri Matahari Terbit, Chihiro Notsuka. Setelah melakukan start yang baik, di Race 1 dia harus melupakan mimpinya meraih gelar terbaik lepas salah satu roda motornya terbenam di dalam lumpur. Dan saat Honda CRF250RWnya berhasil diangkat, dirinya sudah tertinggal sangat jauh dan terpaksa masuk finish di posisi 30. Sayangnya kondisi trek yang dianggap berbahaya di Race 2 menyebabkan dirinya harus mengambil keputusan untuk mundur dari balapan.

“Akhir pekan ini sangat menyulitkan. Treknya sangat berlumpur dan seperti bukan balapan motocross. Lebih mirip Enduro. Bahkan di salah satu bagian sirkuit Anda harus berhenti aga bisa melewatinya. Di race pertama saya start cukup baik, namun terjatuh saat masuk tikungan tiga dan melorot ke belakang. Kemudian saya tergelincir ke sisi jumpingan dan masuk kembali ke bagian lain sirkuit yang mengakibatkan saya didiskualifikasi,” ungkap Cervellin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *